“Wait, until you see the idiots I put in the government.”

•Februari 26, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja
diciptakan-Nya. Malaikat pun bertanya, “Apa yang baru saja Engkau
ciptakan, Tuhan?” ”Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet
biru yang bernama Bumi,” kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di
atas daerah hutan hujan Amazon. Tuhan melanjutkan, “Ini akan menjadi
planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru
ini, segalanya akan terjadi secara seimbang”.

Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa
sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan
menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah
itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang. Di Eropa
bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti
Spanyol dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta
pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.

Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, “Lalu daerah
apakah itu Tuhan?” ”O, itu,” kata Tuhan, “itu Indonesia. Negara yang
sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna
yang telah Aku ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap
panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah
tamah, suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka
pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni.”

Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, “Lho, katanya tadi setiap
negara akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik
semua. Lalu dimana letak keseimbangannya?”

Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris, “Wait, until you see the idiots
I put in the government.” (tunggu sampai Saya menaruh ‘idiot2′ di
pemerintahannya)

Cerita Porno

•Januari 31, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Seandainya saya menulis “Burung” apakah ini Cerita Porno? Seandainya saya menulis “Susu” apakah ini Cerita Porno? Seandainya saya menulis “Ciuman” apakah ini Cerita Porno? Seandainya saya menulis “Telanjang” apakah ini Cerita Porno? Seandainya saya menulis “Hasrat yang menggebu-nggebu” apakah ini Cerita Porno? Seandainya saya menulis “ML” apakah ini Cerita Porno? Seandainya saya menulis “Perkosaan” apakah ini Cerita Porno? :mrgreen:

The Word doesn’t Mean, But People Mean….

Kata-kata, kalimat, simbol, lambang, pada dasarnya tidak ada artinya … sampai manusia itu memaknainya … Dan makna yang dipahami oleh tiap-tiap manusia adalah tergantung kepada “The Picture in Our head” kata Water Lippman, “tergantung gambaran yang ada di kepala kita” itu apa …

“The Picture in Our head” tergantung kepada “Frame of Reference” kita dan juga tergantung kepada “Field of Experience” … Inilah yang membentuk Persepsi di dalam diri tiap-tiap manusia …

Kata-kata, kalimat, simbol maupun lambang, tidaklah berdiri sendiri di dalam pemaknaan, kalau mengacu kepada Saussure, makna sangat dipengaruhi oleh struktur kata or kalimatnya, kalau mengacu kepada Pierce, makna itu dipengaruhi oleh icon, symbol dan indeks yang menyertainya ..

Sederhanakan, makna yang dipahami oleh masing-masing orang tergantung kepada banyak faktor, termasuk konteks dimana kata, atau kalimat atau simbol itu digunakan.

“Telanjang” sebagai kata, akan bermakna tertentu ketika dipakai dalam kalimat “Petani itu bertelanjang dada sambil mengayunkan cangkulnya” …

“Burung” sebagai kata, akan bermakna tertentu ketika dipakai dalam kalimat “flu burung sudah menyebar ke seluruh dunia” …

Tidak berbeda ketika penetapan sesuatu itu termasuk Cerita Porno ataukah tidak, benar-benar itu akan sangat tergantung kepada persepsi manusianya masing-masing .. tergantung kepada “Picture in Our Head” tergantung kepada “gambaran apa yang ada dikepala masing-masing diri kita”

“Wanita yang memakai baju dengan bahu terbuka”, bisa dipahami Porno ketika “Gambaran  yang ada dikepala kita” disertai dengan konteks “sesuatu yang menimbulkan birahi, merangsang nafsu” … Tetapi “wanita yang memakai baju dengan bahu terbuka”, menjadi tidak berdampak apa-apa, alias biasa ketika “Gambaran yang ada dikepala kita” tidak dalam konteks ” sesuatu itu menimbulkan rangsangan nafsu seksual” pada diri kita …

Kalau memang sebuah kata, sebuah kalimat, sebuah icon, sebuah simbol, lambang dan apapun istilahnya itu tidak bermakna dan barulah manusia itu yang memberikan makna, tergantung konteksnya, tergantung “Frame of Reference”nya tergantung kepada “Field of Experience”nya atau tergantung kepada “Picture in Our head” atau tergantung kepada “Gambaran yang ada dibenak kita” atau tergantung konteksnya, lalu masalah sebenarnya adalah dari mana “Picture in Our head” itu timbulnya ??

Ketika yang muncul konteksnya adalah urusan yang mambangkitkan syahwat, darimanakah timbul dan bangkitnya syahwat ini?

Apakah yang membangkitkan adalah berasal dari luar diri?

ataukah yang menimbulkan hasrat bangkitnya syahwat ini adalah dari dalam diri?

Mayoritas orang menganggap, menduga, berkeyakinan bahwa munculnya “gambaran” itu adalah berasal dari reaksi akibat sesuatu yang ada diluar diri.

Jadi misalnya, lihat foto telanjang di majalah, maka muncullah nafsu syahwatnya, lihat tulisan yang mengarah ke arah seksual, maka munculllah nafsu syahwatnya …

Seolah-olah menjadi benar ketika hal itu terjadi …

Tetapi benarkah demikian?

Kalau memang sebab pengaruh luar itu yang menimbulkan dampak munculnya nafsu syahwat, lalu mengapakah itu tidak terjadi ketika seseorang sedang sibuk bekerja, sedang sibuk beribadah, sedang sibuk urusan lain yang menyebabkan meskipun mereka melihat sosok lawan jenis yang telanjangpun, tidak akan berpengaruh terhadap dirinya?

Dari sinilah jika kita terus masuk ke dalam diri, maka kita akan tahu, “Gambaran dalam kepala kita” ini sebenarnya yang memicu yang mana … apakah sumber yang berasal dari luar, ataukah sumber yang berasal dari dalam …

“Ada segumpal daging dalam diri seseorang, jika daging itu baik, maka baik pula seluruh dirinya, dan jika daging itu jelek, jelek pula seluruh dirinya. Itulah Hati”

Hati seseorang yang dipenuhi dengan gambaran-gambaran negatif, dengan dorongan-dorongan hawa nafsu, ini yang akan mewadahi gambaran-gambaran konteks yang negatif tersebut. dan ini yang memunculkan “gambaran yang ada dikepala kita”

Seandainya Hati dipenuhi lintasan negatif, dipenuhi dorongan hawa nafsu, syahwat, maka kira-kira meski bertemu tidak dengan penampilan lawan jenis yang memakai baju terbukapun, dia akan bisa berpikiran dan membayangkan orang yang memakai baju tertutup sebagai sebuah obyek yang juga bisa menimbulkan hawa nafsu … so …

Masalahnya, bukan pada aturan yang ada diluarnya, melainkan masalahnya adalah pada hati diri kita masing-masing ini …

Apakah seperti dinegara Arab, Mekkah, Madinah, Riyadh, yang mayoritas wanita sudah diberlakukan aturan untuk memakai baju kerudung tertutup total itu terbebas dari masalah Pornografi dan Pornoaksi?

Perkosaan disana sering terjadi, Kaum Homo ada dimana-mana, Pelecehan seksual pun terjadi mulai dari level rumah tangga dan seterusnya…

That’s real

So … mengapa tidak mulai menjaga hati kita,

membersihkan hati kita dari pikiran-pikiran yang porno ?

Apapun yang ada disekitar kita,

apapun yang ada diluar diri kita,

godaan apapun seberat apapun, jika hati kita terjaga,

adakah yang akan berpengaruh ?

Tidak menjadi masalah banyaknya bom dipasang oleh teroris dimana2, yang menjadi masalah adalah ketika bomnya meledak … :mrgreen:

Tidak menjadi masalah adanya banyak godaan,

yang penting kan tidak tergoda… :mrgreen:

Saya jadi ingat satu kisah sufi,

“Seseorang rencana mau bertemu dengan tuan rumah, tetapi didepan pintu masuknya, ada 4 anjing besar yang menggonggong dan mengarah kekita. Manakah yang kita pilih? sibuk mengusir anjing2 itu sehingga menyebabkan kita tidak jadi bertamu dan bertemu dengan pemilik rumah?

ataukah kita memilih untuk memanggil Tuan rumahnya?

Jika tuan Rumahnya keluar dan melihat kita digonggongi ajing2nya, pastilah tuan rumah akan memberikan kode dan memerintahkan agar anjing2 tersebut pergi meninggalkan kita”

Manakah yang akan anda pilih, seumur hidup habis hanya untuk ngurusi anjing2 nafsu anda……

ataukah anda memilih untuk memanggil Majikan Pemilik Anjing itu ? :-)

Semua pilihan terserah kepada kita

”Korupsi itu halal, bung!”

•Januari 8, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Di Indonesia korupsi itu halal, malah terkadang membanggakan. Lihat saja, para koruptor yang diperiksa kejaksaan atau yang sudah resmi masuk penjara (lapas), tidak ada dari mereka yang menutup wajahnya di depan kamera wartawan media cetak atau televisi. Mereka malah menebar senyum. Sebagian dari mereka yang muslim malah memakai baju koko ala jamaah shalat Jum’at (mestinya pake kaos panjang loreng hitam putih seperti maling di kartun-kartun).Dengan baju putih itu, mungkin mereka ingin mengatakan bahwa korupsi yang mereka lakukan itu halal, toh masyarakat tidak ribut dan semua kebagian.

Bandingkan misalnya dengan maling ayam, jambret, pencopet, PSK (saya lebih suka menyebutnya WTS) dan perampok yang selalu menutup wajah kala menghadap kamera wartawan. Mengapa koruptor itu tidak malu? Apa penyebab utamanya? Betulkah mereka dan keluarga koruptor bangga dengan sikap maling bapaknya?

Setidaknya ada dua faktor :

(a) sikap masyarakat yang tidak kritis pada kalangan birokrat (pns) plus sikap masyarakat yang terlalu mengagung-agungkan kekayaan dan kemewahan, tak peduli dari mana harta itu berasal; dan sebagai akibatnya

(b) standar harga diri, martabat dan kesuksesan itu terletak pada seberapa kaya seseorang dan seberapa mewah rumah dan mobilnya. Kejujuran dan integritas pribadi tidak lagi menjadi tolok ukur kebanggaan; apa gunanya jujur kalau kere, begitu sebagian orang berpikir.

Masyarakat Konsumerisme

Dengan derasnya program TV yang tidak mendidik–yang pengaruhnya sampai ke pelosok desa– di mana kalangan selebritis (yang kebanyakan bodoh ) tampil di TV dengan pamer kemewahan dan opini naif, masyarakat menjadi terbiasa pada suatu nilai artifisial dan kebanggaan semu; kebanggaan konsumtif: bahwa untuk dihargai oleh lingkungan sekitar kita harus keren; gonta-ganti baju dan perkakas rumah model terbaru dengan merek terkenal dan pada level tertinggi gonta-ganti mobil dan sering jalan-jalan shopping ke luar negeri.

Dengan tertanamnya mindset semacam itu di dalam otak kita, langkah berikutnya adalah cita-cita untuk menjadi cepat-kaya akan secara natural menjadi obsesi. Sikap ingin kaya tentu saja baik kalau diimbangi dengan prinsip etika nilai positif universal: kerja keras. jujur dan bermartabat. Akan tetapi kalau obsesi jadi jutawan itu dimiliki oleh kalangan pemalas, maka skenarionya menjadi lain.

Bagi yang kebetulan menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), birokrat dan pejabat di Indonesia yang umumnya bergaji kecil, maka obsesi itu tidak mungkin terlaksana dengan cepat tanpa nyolong dan KKN. Bagi yang masih pengangguran, obsesi cepat kaya akan termanifestasi dalam wujud bermacam-macam kejahatan sosial: mulai dari maling ayam, mencopet, merampok, menculik, menjual diri, berjudi sampai jadi bandar togel.

Berubahnya Standar Etika Sosial

Puncak dari masyarakat konsumtif di atas adalah berubahnya standar etika sosial yang sudah menjadi etika universal. Kejujuran, pengabdian dan dedikasi tidak lagi menjadi standar yang membikin orang merasa bermartabat dan memiliki harga diri. Perasaan bermartabat dan memiliki harga diri baru terasa dimiliki ketika mereka sudah merasa mampu memiliki gadgets atau “mainan” yang menjadi simbol modernitas masyarakat konsumtif. Soal apakah untuk mencapai itu dilalui dengan cara kerja keras atau jadi maling itu tidak lagi menjadi isu penting.

Pada waktu yang sama, masyarakat secara kolektif menjadi permisif dan tidak kritis pada perilaku kalangan birokrat/pejabat dan anak istri mereka yang hidup serba mewah. Kekaguman masyarakat atas berbagai kemewahan yang dimiliki pejabat/birokrat korup itu menenggelamkan sifat kritis masyarakat dan menyusup tanpa sadar dalam sebagian besar masyarakat suatu ajaran sesat yang baru: jadilah PNS/birokrat kalau ingin hidup mewah. Berapa pun harga yang mesti dibayar. Di sisi lain, saya tidak menutup mata akan adanya kalangan PNS, birokrat, pejabat yang bersih. Tapi, percayalah mereka sedikit dan yang lebih parah mereka termarjinalkan dan dialienasi serta susah dapat promosi jabatan. Dengan kata lain, seakan masyarakat dan para koruptor seakan tanpa sadar secara kolektif ingin sama-sama meneriakkan slogan: ”Korupsi itu halal, bung!”

malam minggu: akankah engkau disana memandang bulan yang sama?

•Desember 25, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tak ada yang baru di bawah matahari yang terbit, yang berbeda hanyalah tindakan kita saudaraku. Perbedaanya hanyalah pada  semangat kita diawal hari, sehingga dari langkah-lankah kecil kebaikan kita, sorenya kita akan tersenyum penuh bangga. Karena kerja itu membebaskan ;) .

Ketika kita melihat rotasi bumi yang berdampak pada pergantian siang dan malam, menimbulkan  gerak semu harian matahari. Rutinitas ilmiah ini agaknya hanya berlalu begitu saja. Ketika kita sadar dan terbangun seringkali kita sudah berada pada titik-titik akhir. Dan saat itu bisa jadi kita akan bertanya “apa yang membuat kita berbeda dengan satu jam yang lalu atau setahun yang lalu?“. Bisa jadi kita tidak bisa menjawabnya, karena memang tidak ada yang berbeda pada diri kita dari. “aku masih seperti yang dulu, menunggumu hingga batas waktu”, kayak lagu aja :D tapi diakui atau tidak itulah kebanyakan dari kita. Saudaraku semoga kita bukan bagian dari yang diatas…

Bertitik tolak dari kondisi itu, aku ingin menulis “apakah malam ini kau disana juga memandang bulan yang sama?“. Malam ini purnama, laut pasti pasang naik dengan bebadar ombak keagunganNya. Saudaraku aku belajar untuk menyadari begitu berharganya waktu, detik-detikya harus diatur biar tidak terlewatkan. Semua agenda coba dipetakan, meski aku sadar banyak bagian yang terlupa..

Pada sudut yang tak pernah ada hentinya berputar ini, aku ingin mengarungi semuanya dengan senyum saudaraku. Dan kita juga akan tetap memandang bulan yang sama, karena bulan itu tetap, seperti matahari yang terbit esok hari;)

Analisis kimia dan fisika tentang kentut

•Desember 16, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Jangan cuman tahu baunya saja, but harus tahu juga proses ilmiahnya.

Selamat membaca.

1. Darimana asal kentut?

Dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yg kita telan, gas yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi kimia & gas dari bakteri dalam perut.

2. Apa komposisi kentut?

Bervariasi. Makin banyak udara anda telan, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut (oksigen dari udara terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai di usus). Adanya bakteri serta reaksi kimia antara asam

perut & cairan usus menghasilkan karbondioksida. Bakteri juga menghasilkan metana & hidrogen. Proporsi masing-masing gas tergantung apa yang anda makan, berapa banyak udara tertelan, jenis bakteri dalam usus, berapa lama kita menahan kentut.

Makin lama menahan kentut, makin besar proporsi nitrogen, karena gas-gas lain terabsorbsi oleh darah melalui dinding usus. Orang yang makannya tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentut lebih banyak karena tubuhnya tidak sempat mengabsorbsi oksigen.

3. Kenapa kentut berbau busuk?

Bau kentut karena kandungan hidrogen sulfida & merkaptan. Kedua senyawa ini mengandung sulfur (belerang). Makin banyak kandungan sulfur dalam makanan anda, makin banyak sulfida & merkaptan diproduksi oleh bakteri dalam perut, & makin busuklah kentut anda. Telur & daging punya peran besar dalam memproduksi bau busuk kentut. Kacang-kacangan berperan dalam memproduksi volume kentut, bukan dalam kebusukannya.

4. Kenapa kentut menimbulkan bunyi?

Karena adanya vibrasi lubang anus saat kentut diproduksi. Kerasnya bunyi tergantung pada kecepatan gas.

5. Kenapa kentut yg busuk itu hangat & tidak bersuara?

Salah satu sumber kentut adalah bakteri. Fermentasi bakteri & proses pencernaan memproduksi panas, hasil sampingnya adalah gas busuk. Ukuran gelembung gas lebih kecil, hangat & jenuh dengan produk metabolism bakteri yg berbau busuk. Ini kemudian menjadi kentut, walau hanya kecil volumenya,tapi SBD (Silent But Deadly).

6. Berapa banyak kentut diproduksi sehari?

Rata-rata setengah liter sehari dalam 14 kali kentut.

7. Mengapa kentut keluar melalui lubang dubur?

Karena density-nya lebih ringan, kenapa gas kentut tidak melakukan perjalanan ke atas? Tidak demikian. Gerak peristaltik usus mendorong isinya ke arah bawah. Tekanan di sekitar anus lebih rendah. Gerak peristaltik usus menjadikan ruang menjadi bertekanan, sehingga memaksa isi usus, termasuk gas-nya untuk bergerak ke kawasan yg bertekanan lebih rendah, yaitu sekitar anus. Dalam perjalanan ke arah anus, gelembung-gelembung kecil bergabung jadi gelembung besar. Kalau tidak ada gerak peristaltik, gelembung gas akan menerobos ke atas lagi, tapi tidak terlalu jauh, karena bentuk usus yg rumit & berbeit-belit.

8. Berapa waktu yang diperlukan oleh kentut untuk melakukan perjalanan ke hidung orang lain? Tergantung kondisi udara, seperti kelembaban, suhu, kecepatan & arah angin,berat molekul gas kentut, jarak antara ‘transmitter’ dengan ‘receiver’. Begitu meninggalkan sumbernya, gas kentut menyebar & konsentrasinya berkurang. Kalau kentut tidak terdeteksi dalam beberapa detik, berarti mengalami pengenceran di udara & hilang ditelan udara selama-lamanya. Kecuali kalau anda kentut di ruang sempit, seperti lift, mobil, konsentrasinya lebih banyak, sehingga baunya akan tinggal dalam waktu lama sampai akhirnya diserap dinding.

9. Apakah setiap orang kentut?

Sudah pasti, kalau masih hidup. Sesaat setelah meninggalpun orang masih bisa kentut.

10. Betulkah laki-laki kentut lebih sering daripada perempuan?

Tidak ada kaitannya dengan gender.. Kalau benar, berarti perempuan menahan kentutnya, & saat kentut banyak sekali jumlah yg dikeluarkan.

11. Saat apa biasanya orang kentut?

Pagi hari di toilet. yang disebut “morning thunder”. Kalau resonansinya bagus, bisa kedengaran di seluruh penjuru rumah.

12. Mengapa makan kacang-kanagan menyebabkan banyak kentut?

Kacang-kacangan mengandung zat gula yg tidak bisa dicerna tubuh. Gula tsb (raffinose, stachiose, verbascose) jika mencapai usus, bakteri di usus langsung berpesta pora & membuat banyak gas. Jagung, paprika, kubis, kembang kol, susu juga penyebab banyak kentut (bukan baunya!).

13. Selain makanan, apa saja penyebab kentut?

Udara yang tertelan, makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum soft drink, naik pesawat udara (karena tekanan udara lebih rendah, sehingga gas di dalam usus mengalami ekspansi & muncul sebagai kentut).

14. Apakah kentut sama dengan sendawa, tapi muncul dari lain lubang?

Tidak… sendawa muncul dari perut, komposisi kimianya lain dengan kentut. Sendawa mengandung udara lebih banyak, kentut mengandung gas yang diproduksi oleh bakteri lebih banyak.

15. Kemana perginya gas kentut kalau ditahan tidak dikeluarkan?

Bukan diabsorbsi darah, bukan hilang karena bocor.. Tapi bermigrasi kebagian atas menuju usus & pada gilirannya akan keluar juga. Jadi bukan lenyap,tapi hanya mengalami penundaan.

16. Mungkinkah kentut terbakar?

Bisa saja. Kentut mengandung metana, hidrogen yg combustible (gas alam mengandung komponen ini juga). Kalau terbakar, nyala-nya berwarna biru karena kandungan unsur hidrogen.

17. Bisakah menyalakan korek api dengan kentut?

Janagn mengada-ada… konsistensinya lain. Juga suhunya tidak cukup panasuntuk memulai pembakaran.

18. Mengapa kentut anjing & kucing lebih busuk?

Karena anjing & kucing adalah karnivora (pemakan daging). Daging kaya akan protein. Protein mengandung banyak sulfur, jadi bau kentut binatang ini lebih busuk. Lain dengan herbivora seperti sapi, kuda, gajah, yang memproduksi kentut lebih banyak, lebih lama, lebih keras bunyinya, tapi relatif tidak berbau.

19. Betulkah bisa teler kalau mencium bau kentut 2-3 kali berturut-turut?

Kentut mengandung sedikit oksigen, mungkin saja anda mengalami pusing kalau mencium bau kentut terlalu banyak.

20. Apakah warna kentut?

Tidak berwarna. Kalau warnanya oranye seperti gas nitrogen oksida, akan ketahuan siapa yang kentut.

21. Kentut itu apakah asam, basa atau netral?

Asam, karena mengandung karbondioksisa (CO2) & hidrogen sulfida (H2S).

22. Apa yang terjadi kalau seseorang kentut di planet Venus?

Planet Venus sudah banyak mengandung sulfur (belerang) di lapisan udaranya, jadi kentut di sanapun tidak ada pengaruhnya.

Sudahkah Antum membaca surah al-Ikhlash malam ini?

•Desember 2, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Rasulullah saw bersabda:

“Tidak mampukah seseorang dari kalian membaca sepertiga Al-Qur’an pada setiap malam? Siapapun membaca surah Qulhuwallahu Ahad, berarti telah membaca sepertiga Al-Qur’an.”

HR Turmudzi dari hadits Abu Ayyub ra; shahih.

http://ilmuphotoshop.com/2008/04/01/membuat-foto-di-dalam-text/

•Desember 2, 2010 • 1 Komentar

http://ilmuphotoshop.com/2008/04/01/membuat-foto-di-dalam-text/.